
Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Asgianto hadir memimpin dua agenda penting: penanaman pohon dan penyerahan kendaraan pengangkut sampah roda tiga (bentor) kepada seluruh camat se-Kabupaten PALI.
Bupati PALI turun langsung menanam bibit pohon pertama. Aksi simbolis itu menandai komitmen baru pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Penyerahan Bentor ini adalah bentuk komitmen serius pemerintah untuk memperkuat fasilitas kebersihan. Kendaraan ini merupakan armada baru yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab DLH,” ucapnya sambil melihat proses penanaman bibit lainnya.

Di antara para tamu undangan, sejumlah kepala dinas, staf ahli, dan para asisten tampak mendampingi. Bentor yang berjejer siap dibagikan memberi warna berbeda di lokasi kegiatan—seolah menjadi simbol semangat baru untuk mewujudkan kecamatan yang lebih bersih. Bupati Asgianto bahkan menekankan pentingnya kolaborasi bersama perusahaan yang beroperasi di wilayah PALI.
“Saya berharap tidak ada lagi permainan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Kita harus bekerja jujur dan demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya soal kebersihan, acara ini juga membawa pesan penghijauan. Sebanyak 250 bibit disiapkan Pemkab PALI: 100 bibit tebu bayar, 50 londokan, dan 50 palem. Bibit-bibit itu akan ditanam serentak di area yang telah ditentukan, termasuk kawasan Festival Candi Bumiayu 2025.
Kepala DLH PALI, Dr. Aryansyah, MT, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian besar menyambut festival budaya tersebut. “Penanaman pohon dan penyerahan Bentor bukan sekadar seremoni, tetapi upaya membangun budaya baru mengenai pentingnya kelestarian alam. Penanaman pohon ini simultan dengan kegiatan Festival Candi Bumiayu sebagai langkah nyata menumbuhkan kesadaran bahwa kelestarian alam adalah warisan penting bagi anak cucu kita,” katanya.
Program penyerahan bentor sendiri merupakan wujud penerapan 13 program unggulan Bupati PALI, khususnya Desa Bersih dan Desa Sehat. “Kendaraan ini akan memperkuat pengelolaan sampah di kecamatan. Ini adalah langkah agar Kabupaten PALI ke depan dapat masuk kriteria penilaian Adipura,” tambah Aryansyah.
Dengan perpaduan aksi hijau dan penguatan armada kebersihan ini, Pemkab PALI berharap tercipta budaya baru: masyarakat yang lebih peduli lingkungan, lebih sadar pentingnya kebersihan, dan lebih siap menyambut masa depan yang sehat dan berkelanjutan.
